Selasa, 29 Maret 2011

Tips mengatasi bluescreen of death (BSOD)

Memperbaiki Blue Screen Of Death (BSOD) pada sebuah Komputer memanglah tidak mudah untuk kita perbaiki, selain dengan cara menyerahkannya kepada orang yang ahli dalam bidang hardware, karena biasanya bluescreen terjadi kerusakan pada perangkat keras komputer yang sudah melemah, berkarat atau banyak debu didalam komputer atau laptop anda. Dan biasanya sebelum terjadi bluescreen, lampu indikator hard disk terus menyala tanpa berkedip. Berikut cara mengatasi bluescreen of death:

1. Periksa Kondisi Komputer
Sebelum melakukan troubleshooting, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memeriksa kondisi komputer anda, diantaranya sebagai berikut:
- Periksa kebersihan didalam Casing CPU, bersihkan debu dan kotoran lainnya menggunakan kuas dan vacuum cleaner, bila perlu siapkan electrical contact cleaner untuk membersihkan Motherboard.
- Periksa kondisi suhu tiap-tiap komponen seperti Power Supply ( pastikan fan berputar secara normal), VGA Card dan Heatsink Processor.
- Pariksa komponen-komponen komputer anda (seperti RAM, VGA Card, konektor IDE / SATA, konektor Power Supply, dll) apakah sudah terpasang dengan benar atau belum, untuk memastikannya bisa dengan mencabut dan memasangnya kembali.
- Bila Anda baru saja memasang komponen hardware baru (misal VGA Card), sebaiknya cabut saja dulu dan coba jalankan komputer. mungkin saja penyebab terjadinya BlueScreen pada komputer anda dari komponen tersebut.

2. Gunakan Mode “Safe Mode “
jalankan Windows anda dalam Mode "Safe Mode", yaitu dengan menekan berulang-ulang tombol F8 pada saat sistem start up. Setelah Windows berhasil masuk ke Safe Mode, lakukan beberapa troubleshooting pada bagian berikut:
- Bersihkan hardisk komputer anda dari antivirus, mallware & spyware dengan cara menjalankan program virus scanner , misalnya Norman Anti Mallware.
- Uninstall Driver-driver yang bermasalah. Caranya, anda bisa masuk ke jendela Computer Management klik Device Manager dan carilah komponen yang bertanda seru, atau driver komponen yang baru saja diinstall atau diupdate.
- Bila perlu uninstall dulu program antivirus yang terpasang, Jika kondisi komputer anda sudah kembali normal, anda bisa menginstall kembali antivirus anda dan pastikan database engine selalu up to date.
- Anda juga bisa menggunakan utility “System Restore” untuk mengembalikan setingan computer ke tampilan sebelumnya. Caranya klik Start -> All Program -> Accessories -> System Tools -> System Restore.

3. Periksa Kondisi Hardisk
- Kondisi hardisk yang bad juga bisa mengakibatkan terjadinya BlueScreen, karena itu periksa kondisi hardisk dengan menjalankan perintah CHKDSK. Jalankan juga program Defragmentasi Hardisk untuk memastikan hardisk bekerja secara optimal dan akurat.

4. Periksa Kondisi Memori / RAM
- Periksa kondisi Memori / RAM komputer anda, pastikan telah terpasang dengan benar, dan jalankan program untuk memeriksa kondisi Memori misalnya “Windows Memory Diagnostic”.

5. Repair Sistem Operasi Windows.
- BlueScreen juga bisa terjadi karena ada beberapa file Windows yang corrupt, untuk mengatasinya cara yang paling sederhana adalah dengan melakukan Repair pada sistem operasi Windows Anda.

6. Gunakanlah Tools untuk melihat Penyebab Terjadinya BlueScreen.
- Carilah Dump File pada hardisk komputer yang mengalami BlueScreen, biasanya di C:\WINDOWS\Minidump lalu copy ke komputer kita dan jalankan aplikasi WhoCrashed atau BlueScreenView untuk mencari peyebab BlueScreen.

seperti yang saya katakan dari awal bahwa terjadinya bluescreen karena komponen-komponen komputer anda sudah mulai melemah, program antivirus yang rusak, hardisk yang mengalami bad sector dan windows yang corrupt. Untuk mengetahui tips merawat komputer anda bisa baca disini (tips merawat komputer). Tips mengatasi BlueScreen Of Death. Selesai.

Tips recovery data yang terhapus di recycle bin

Terkadang kita sering lupa ketika menyimpan data-data penting kita pada sebuah komputer, karena terlalu banyak folder dan sub folder dan secara tidak sengaja terhapus oleh kita. tapi itu masih bisa diatasi, karena data yang terhapus masih tersimpan di recycle bin. lalu bagaimana jika data yang ada dalam recycle bin juga sudah di hapus oleh kita baik secara manual atau menggunakan aplikasi seperti Ccleaner dan sebagainya. Berikut cara untuk mengembalikan data yang hilang dan terhapus dari recycle bin, yaitu dengan sebuah aplikasi atau software Ontrack EasyRecovery Professional. berikut langkah-langkah yang harus Anda lakukan dan fitur software ini:

- Langkah awal, pastikan Anda sudah mendownload software tersebut. jika belum, silakan anda download Disini (Easy Recovery Professional Standard Edition) Pilih External Mirror #1. untuk selengkapnya anda bisa searching di google.
- Jika data yang hilang berada di drive C:, sebaiknya install di komputer atau sistem operasi lain. Jika data yang hilang bukan di drive C:, Anda bisa menginstallnya sesuai keinginan anda, yang terpenting tidak berada salam satu drive dengan data yang hilang.

Selain itu, Software ini menyediakan sebuah solusi yang mungkin bisa membantu anda sehubungan dengan data-data yang hilang atau berurusan dengan recovery data. Karena disebabkan beberapa faktor. seperti:
1. Virus.
2. Sektor yang tidak terbaca
3. Kesalahan aplikasi, system, atau shut down yang tidak normal.
4. Kerusakan pada critical area.
5. Terformat
Penyebab lain yang mengakibatkan hilangnya data pada komputer.

- Software ini dapat di-install pada Windows 98 SE, Me, 2000, atau XP, dan dapat me-recovery data pada semua sistem windows. Software ini memiliki empat fitur, yaitu:
Disk Diagnostics, tool untuk mengecek kondisi hardisk Anda apakah masih bagus atau tidak.
Data Recovery, tool untuk mengembalikan data / file karena terhapus, terformat, dan sebagainya.
Email Repair, tool untuk mengembalikan data email Outlook Express yang terhapus atau rusak.
File Repair, tool untuk memperbaiki data / file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang rusak karena virus atau sebab lain.
1. Disk Diagnostics
Tool yang ada dalam Disk Diagnostics ini adalah:
Data Advisor, untuk membuat disket recovery.
Drive Tests, untuk mengetes kondisi fisik dari hard disk (disk drive).
Jumper Viewer, untuk melihat posisi jumper pada hard disk.
Partition Tests, untuk mengecek kondisi partisi hardisk.
Size Manager, untuk melihat kapasitas hard disk
SMART Tests, digunakan untuk mengetes kondisi Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology pada suatu hardisk.
2. Data Recovery
Tool-tool yang ada dalam Data Recovery ini adalah:
Advanced Recovery, untuk mencari data yang sudah tidak dapat di-recover dengan tool lain, yaitu karena ter-format, ter-partisi, virus, atau hal lain.
Deleted Recovery, untuk mencari data yang sudah dihapus. Ini adalah tool yang paling sering dipakai penulis.
Format Recovery, untuk mencari data pada hard disk yang sudah di-format.
Raw Recovery, untuk mencari file yang hilang berdasarkan signature.
Resume Recovery, semua proses recovery dapat dihentikan sementara dan dilanjutkan pada lain waktu.
Emergency Media, untuk membuat disket atau CD yang digunakan untuk me-recover data / file hilang.
3. Email Repair, digunakan untuk mengembalikan data email Outlook dan Outlook Express yang hilang.
4. File Repair, digunakan untuk mengembalikan file-file Microsoft Office dan ZIP yang rusak. Tool ini dapat memperbaiki file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang corrupt / rusak karena virus atau sebab lain.

Data atau file yang hilang lebih sulit di-recover jika:
1. Anda menambahkan file baru setelah Anda menghapus atau memformat hard disk.
2. Anda menggunakan FAT32 dalam Windows XP.

- karena yang saya bahas adalah tentang cara mengembalikan data yang hilang atau terhapus, maka anda pilih data recovery. dan ikuti langkah-langkah selanjutnya.

Tips recovery data yang terhapus di recycle bin. Selesai.

Senin, 28 Maret 2011

Tips merawat komputer

Ada banyak faktor sebenarnya yang menyebabkan komputer semakin melambat dan berikut ini sedikit tips untuk merawat komputer:

- Komputer kita secara subjektif sudah kita klaim lambat, karena telah kita bandingkan dengan komputer teman-teman kita yang lain yang relatif lebih baru dan/atau memiliki spesifikasi yang lebih tinggi.

- Sebaiknya jangan menginstall game-game berukuran besar, karena dapat memakan banyak memory.sehingga dapat membuat proses komputer menjadi lambat.

- Jangan menjalankan terlalu banyak aplikasi, seperti membuka winamp kemudian membuka ms word, adobe photoshop, windows media player, kemudian membuka game. Maka hal ini bisa menghabiskan memory RAM, dan akibatnya proses komputer anda menjadi tersendat-sendat. Untuk melihat berapa banyak memory yang kita pakai, silakan buka task manager komputer anda dengan cara tekan Ctrl+Alt+Del pilih start task manager.

- Banyak file tidak terpakai di harddisk. Coba cek size “C: Documents and Settings”. Terkejutkah anda melihat ukuran folder tersebut. Biasanya orang yang jarang melakukan tune-up terhadap komputernya akan tercengang melihat size direktori tersebut. Untuk itu sering-seringlah melakukan pembersihan. Caranya: Kalau manual lebih ribet, karena harus masuk ke direktori masing-masing user, unhide folder, hapus isi file temporary internet ataupun tempnya windows. Tapi kalau mau otomatis, gunakan software seperti system mechanic, Tweak XP, dll.

- Jangan biarkan resource memori di penuhi oleh service ataupun startup yang tidak perlu. - Coba masuk ke Run > ketik ‘ msconfig’ - Pada Tab Services atau tab start up, hilangkan ceklist yang tidak perlu ditampilkan di startup. Dan sebaiknya pada tab services, kemudian anda cari dan hilangkan ceklist pada Themes. Karena sebagian besar themes pada pc sering membuat proses startup menjadi lambat.

- Install antivirus, dan sering- sering melakukan update. Antivirus tanpa diupdate sama dengan obat antibiotik yang sudah expire, yang tidak mampu melawan virus. Usahakan jangan ada virus yang menerobos sistem.

- Jika komputer anda memiliki banyak icon pada desktop, sebaiknya hapus saja pada icon-icon yang jarang digunakan, Cukup dihapus saja tidak perlu di uninstal. Karena sewaktu-waktu kita menggunakannya.

Tips merawat komputer. Selesai.

Troubleshooting printer dengan windows 7

Printer merupakan media penghubung antara dunia virtual dan dunia nyata, Pengguna komputer windows 7 dapat menyentuh apa yang mereka telah dibuat dengan komputer mereka. Sebagian besar user hanya mencetak dokumen yang penting-penting saja, dan karena itu, hal ini membuat printer sangat diharapkan dapat bekerja ketika user ingin menggunakannya. Jika seorang user perlu untuk mencetak document dua puluh menit sebelum suatu pertemuan penting dengan client dan mereka menghadapi masalah dengan printer mereka, Anda harus dengan cepat dapat mendiagnosa dan mengatasi masalah printer pada komputer mereka.
Untuk menjaga agar user tetap produktif, Anda harus memahami bagaimana mengkonfigurasi dan mengatasi masalah-masalah sharing printer. Its-berry, pada artikel ini akan mengulas cara-cara memecahkan masalah umum yang terjadi pada printer seperti masalah driver, sharing printer dan kerusakan hardware.

- Menggunakan Windows 7 printer troubleshooter.

Windows 7 menyediakan satu feature built-in untuk mendiagnosis masalah yang terkait dengan printer. troubleshooter ini dirancang cukup mudah bagi users, dan juga meupakan langkah pertama bagi administrator system windows untuk mendiagnosis masalah printer. Jika Anda mengalami masalah saat menyambungkan network shared printer, ikuti langkah-langkah berikut untuk membuka printer troubleshooter :

1. klik Start, kemudian click Control Panel.
2. klik System And Security.
3. Dibawah Action Center, click Troubleshoot Common Computer Problems.
4. Under Hardware And Sound, click Use A Printer.
5. Printer Troubleshooter window akan muncul dan akan melakukan diagnosa masalah printer anda. Ikuti langkah langkah pada jendela printer troubleshooter.
6. pada jendela Troubleshoot And Help Prevent Computer Problems , klik Next.
7. pada halaman jendela Which Printer Would You Like To Troubleshoot?, klik My Printer Is NotListed. klik Next.

Printer Troubleshooter Dapat mendeteksi masalah-masalah printer berikut ini:

? No physical printer is installed.
? A new printer hasn’t yet been detected.
? The printer is not the default printer.
? The printer is not shared.
? The printer is out of paper.
? The printer is out of toner.
? The printer has a paper jam.
? The printer driver needs to be updated.
? The printer is turned off.
? A print job is preventing other print jobs from printing.
? The Print Spooler service is not running or has an error.

Untuk menjaga agar user tetap produktif, Anda harus memahami bagaimana mengkonfigurasi dan mengatasi masalah-masalah sharing printer. Its-berry, pada artikel ini akan mengulas cara-cara memecahkan masalah umum yang terjadi pada printer seperti masalah driver, sharing printer dan kerusakan

- Monitoring Printer Events
Windows 7 membuat log terkait events atau peristiwa2 yang berhubungad dengan printer ke Applications And Services Logs\Microsoft\Windows\PrintService\Admin event log. Beberapa peristiwa yang dicatat di log antara lain:

? Mengubah default printer

? Errors yang berhubungan dengan initializing printer baru atau driver printer

? Errors yang terjadi ketika berusaha untuk connect ke network printer

? Errors yang terjadi ketika berusaha untuk men-share sebuah printer

Windows 7 bisa menambahkan events pada Security event log ketika user berusaha connect ke a printer. Untuk menambah event ketika users connect ke printer, gunakan Group Policy untuk meng-enable kan success atau failure auditing untuk Audit Logon Events policy pada node Configuration\Windows Settings\Security Settings\Local Policies\Audit Policy.

- Membuat Printer Server
Pada home environments, users biasanya menghubungkan printer mereka melalaui kabel universal serial bus (USB). Pada lingkungan kantor, printer sering sekali di share ke banyak user. Untuk menghubungkan banyak user yang berbeda-beda ke sebuah printer , sarat utama adalah printer tersebut harus dapat diakses melalui jaringan. Ada dua metode umum untuk men-sharing sebuah printer di jaringan:
1. Menghubungkan printer langsung ke jaringan. Printer harus memiliki port Ethernet atau jaringan nirkabel
2. Menghubungkan printer pada sebuah computer kemudian sharing melalui jaringan. Pada scenario ini, komputer yang terhubung langsung ke printer akan berperan sebagai server. Semua versi Microsoft Windows baik client maupun server dapat bertindak sebagai printer server.

Troubleshooting printer dengan windows 7. selesai.

Tips merawat printer tahan lama

berikut tips untuk membuat printer Anda lebih tahan lama:
1. Jangan diamkan tinta dalam waktu lama. Tinta yang bergerak bisa membuat print head macet. Solusi terbaiknya, hidupkan printer secara rutin seminggu sekali agar tinta kembali encer karena head printer hangat kembali.

2. Hindari meninggalkan kartrid dalam keadaan kosong. Walaupun Anda berencana menyimpan printer Anda, usahakan kartrid dalam keadaan terisi tinta.

3. Jangan gunakan kertas yang terlalu tebal saat mencetak. Ini membuat motor printer berkerja terlalu keras, hingga roda penarik berjalan tidak normal.

4. Saat tidak dipakai, usahakan tinggalkan printer dalam keadaan tertutup rapi. Ini untuk mencegah debu masuk dan menumpuk di dalam printer. Tentu saja debu juga bisa mempengaruhi kerja printer.

5. Jika tidak di gunakan, lebih baik printer dimatikan saja. Jangan biarkan printer menyala dalam jangka waktu panjang.

6. Jangan keseringan membeli tinta suntik dan mengganti-ganti merek tinta saat mengisi kartrid. Karena jika terjadi kebocoran, printer akan rusak,sehingga anda harus membawanya ke toko komputer dan printer.

Tips printer. Selesai. Jaga printer kesayangan anda sebaik mungkin.