Rabu, 30 Maret 2011

Algoritma pemrograman bag-3

TIPE DATA, KEYWORD, IDENTIFIER, OPERATOR dan IF
- TIPE DATA dan VARIABLE
Di dalam program, selalu dibutuhkan suatu tempat untuk menyimpan nilai yang disebut identifier.
1. Suatu identifier harus diberi nama yang unik dan memiliki tipe data.
2. Identifier dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
- Konstanta adalah identifier yang nilainya tetap selama program berjalan (dieksekusi). Cara untuk mengubah nilai konstanta adalah hanya melalui source code saja.
- Variabel adalah identifier yang nilainya dapat berubah atau diubah selama program berjalan (dieksekusi).
3. Tapi identifier juga dapat disebut sebagai nama suatu elemen dalam program, misalnya nama function, nama procedure, nama tipe data dan lain-lain.
4. Tipe data adalah jenis data yang dapat digunakan di dalam komputer. Pada banyak bahasa pemrograman pada umumnya, dikenal tipe data yang rata-rata hampir sama.
5. Tipe data dibagi menjadi: numerik (integer dan floating point) dan karakter.

- Tipe data yang didukung oleh C:

cara untuk mengetahui ukuran sebuah tipe data di C, gunakan fungsi sizeof() .
Deklarasi Tipe Data Variabel
;
Contoh : int umur;

Deklarasi Tipe Data Konstanta
#define

Tanda # disebut sebagai Prepocessor Directive, yaitu instruksi yang dilakukan sebelum eksekusi program utama dilakukan.

Contoh :
#define pi 3.14;
#define nama “Anton”;

- Escape Characters
Escape characters adalah karakter-karakter yang diawali dengan \ (backslash), dimana untuk
masing-masing escape characters memiliki makna tertentu.
Sifat data numerik integer:

1. Nilai numerik pecahan yang disimpan dalam integer akan dibulatkan kebawah. Jadi nilai pecahan akan dibuang.
2. Nilai integer negatif akan disimpan di memori dengan cara komplemen dua (two’s complement). Komplemen satu adalah pengubahan nilai bit 1 menjadi 0 dan 0 menjadi 1. Sedangkan komplemen dua adalah hasil komplemen satu ditambah 1.
Contoh:

Contoh:

#include
#include

void main()
{
int x;
unsigned y;
x = -1234;
y = -1234;
printf(“x = %d\n”,x); //hasil -1234
printf(“y = %d\n”,y); //hasil 64302
}

3. Nilai variabel yang melebihi jangkauannya akan dipotong sepanjang jumlah bit yang tersedia. Contoh: Jika dideklarasikan variabel integer (16 bit = 2 byte) yang berarti hanya menyimpan sampai dengan 32767. Jika variabel tersebut diisi nilai 70000 (10001000101110000), padahal 70000 menempati 17 bit maka bit paling kiri akan dipotong menjadi 4464 (0001000101110000).


- Sifat Data Karakter

1. Karakter disimpan dalam memori berupa kode ASCII. ASCII berdasarkan English Alphabet. Dipublikasikan pada tahun 1967 dan diupdate tahun 1986. Terdiri dari 95 (32-space, 33-126) karakter yang printable dan 32 (0-31) karakter non-printable/control character.

Contoh segment program berikut:
char hrf;
hrf = ‘A’;
printf(“nilai desimal karakter %c adalah %d”,hrf,hrf);

2. Pada tipe data karakter dapat dilakukan operasi matematika.

Contoh lain:
for(char hrf=’A’; hrf<’Z’; hrf++) { printf(“%c”,hrf); } - Sifat Data String: C tidak memiliki tipe data String. Di dalam C, string diperlakukan sebagai array of character (kumpulan karakter). Deklarasi string: char nama[20] = anton”; printf(“%s”,nama); - ATURAN PENULISAN IDENTIFIER (PENGENAL) 1. Tidak boleh sama dengan nama keyword reserved, function, dan harus unik. 2. Maksimum 32 karakter. Bila lebih, maka karakter selebihnya tidak akan diperhatikan oleh komputer. 3. Case sensitive : membedakan huruf besar dan kecil 4. Karakter pertama harus huruf atau underscore ( _ ), selebihnya boleh angka. 5. Tidak boleh mengandung spasi / blank - OPERATOR Operator adalah tanda atau simbol yang digunakan untuk suatu operasi tertentu. Kumpulan Operator:



Operator Aritmatika:

Operator Relasional

Operator Kondisional

Tabel Operator Logika

Contoh :
Misalnya A bernilai 5, B bernilai 7 dan C bernilai ‘a’ maka, ungkapan di bawah ini mempunyai hasil akhir benar (1).

A < B || B == 7 && C > ‘z’

Hasil akhir benar dari ungkapan logika tersebut didapat dari langkah-langkah:
1. Jenjang operator hubungan lebih tinggi dibandingkan dengan operator logika, jadi operator hubungan dikerjakan terlebih dahulu.
2. Operator logika ‘&&’ mempunyai jenjang lebih tinggi dari operator ‘||’, sehingga operator ‘&&’ dikerjakan terlebih dahulu.
3. Bagian yang paling akhir dikerjakan adalah operator ‘||’, sehingga hasil akhir logika bernilai logika benar atau 1.

Operator Shift (untuk memanipulasi bit)

Beberapa ungkapan:
- X / Y berarti X dibagi Y
- X = 10 berarti X diisi nilainya dengan 10
- Y = Y + 1 berarti nilai Y diisi dengan nilai Y sebelumnya ditambah 1
- Y = X berarti nilai Y diisi dengan nilai X
- X += Y berarti akan sama dengan X = X + Y
- X /= Y berarti akan sama dengan X = X / Y

Sebelumnya Algoritma dan pemrograman bag-4 | Selanjutnya Algoritma dan pemrograman bag-4

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook Comments

cbox
cbox